Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Pramuka AMFADEMA

SALAM PRAMUKA! Kami dari Ambalan Fatahillah - Dewi Masyithoh Gugus Depan Banyumas 05.2931 - 05.2932 pangkalan SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng. Foto ini diambil usai kegiatan PTA berakhir yaitu, pada 21 Juli 2018 bersama segenap Dewan Ambalan dan beberapa Bantara.

ELISA

Aku mengantarnya hingga ke stasiun kereta. Adalah gadis berwajah elegan dengan slayer setengah melingkar di lehernya. Sesungguhnya aku tidak tega. Melepasnya seorang diri berkelana mencari tujuan hidupnya. Kemarin sempat terucap perasaan bersalah yang menghantuinya selama bertahun-tahun. Aku jadi tidak enak hati. Ia kemari hanya untuk sebuah jawaban maaf dariku. Dengan berbekal tas ransel berisikan keperluan seadanya, Elisa menemuiku di rumah.  Kenapa tidak berkirim surat saja? Toh paling tidak setelah dua hari, surat itu juga sampai ke rumah kami. Aku yakin tukang pos bersedia mengantarnya hingga ke pelosok desa ini. "Tidak apa-apa, aku hanya merindukan desa ini," ucapnya demikian. Ibu menyediakan teh hangat dan makanan tradhisional kesukaannya. Tanya kabar dan canda tawa usai ratusan hari seolah menjelma menjadi kehangatan di sore hari. Dia memang gadis ekstrovert. Segala hal yang ada di pikirannya langsung dituangkan begitu saja. Aku suka. Sebab Elisa yang sekarang...

Cerpen Sedih - AMI SAYANG

Anak yang cantik. Anak baik. Anak pintar. Namanya Ami. Anggun tingkahnya, ramping bentuk tubuhnya, serta kacamata yang bertengger di depan matanya selalu membuat lidahku kelu. Adalah putri tunggal Pakdhe dan satu-satunya cucu yang paling jauh dari nenekku sejak ia kecil. Dua bulan usai pernikahan Ami. Tidak ada kabar apa pun darinya. Entah kabar ia akan menjadi calon ibu atau kabar kepindahan rumahnya. Sepi. Tidak ada angin membawa isu tentang Ami. Bahkan ia tidak juga ke rumah kami meskipun hanya sekadar memperkenalkan suaminya itu. Nenek terus uring-uringan. Jelas saja, aku yang satu atap dengannya begitu bosan mendengar celotehnya. Suaranya yang parau disertai batuk-batuk sesekali membuatku khawatir. Takut kondisinya drop mengingat nenek mengidap darah tinggi dan darahnya sempat naik beberapa bulan sebelum Ami menikah. Sudah berobat ke berbagai dokter tetap saja kondisi nenek tak ubah. Maka dari itu ayah menjemput pakdhe beserta keluarganya untuk menjenguk nenek. Tak disangka...